Deskripsi Pekerjaan
Informasi lengkap tentang posisi dan persyaratan
Ringkasan Yukerja
Lowongan Engineer - Teknik Geologi (with K3 certification) di PT. Isni Teknologi Konstruksi Indonesia kami kurasi dari Glints (kategori Teknologi & IT). Perhatikan lokasi kerja (Kaliwungu) sebelum melamar. Yukerja.com bukan pemberi kerja — lamaran diproses di situs sumber resmi.
1. Pengawasan Teknik Pemboran (Drilling Supervision)
Monitoring Real-time: Memantau parameter pemboran (kecepatan bor/ROP, tekanan, dan aliran lumpur) untuk mendeteksi perubahan formasi bawah permukaan.
Penentuan Titik Henti (Casing Point): Menentukan kapan pemboran harus berhenti untuk memasang pipa selubung (casing) berdasarkan kondisi batuan yang ditembus.
Geosteering: Mengarahkan mata bor agar tetap berada dalam zona target (terutama pada pemboran miring atau horizontal).
2. Analisis Sampel & Formasi (Logging & Sampling)
Cutting Analysis: Mengambil dan mendeskripsikan sampel pecahan batuan (cuttings) yang keluar bersama lumpur bor untuk mengetahui jenis batuan (litologi).
Core Logging: Melakukan deskripsi mendalam terhadap sampel utuh (core) yang diambil dari kedalaman tertentu, termasuk mengukur tingkat keretakan batuan (RQD).
Mud Logging Coordination: Bekerja sama dengan tim mud logger untuk menganalisis kandungan gas atau fluida yang muncul selama pemboran.
3. Mitigasi Risiko Geologi (Geohazard Management)
Deteksi Tekanan Abnormal: Mengidentifikasi tanda-tanda tekanan gas tinggi yang dapat menyebabkan semburan liar (blowout).
Analisis Kehilangan Lumpur (Lost Circulation): Menangani situasi di mana lumpur bor hilang ke dalam rongga batuan, yang bisa menghambat proses pemboran.
Stabilitas Lubang Bor: Memastikan dinding lubang bor tidak runtuh dengan memberikan rekomendasi berat jenis lumpur yang tepat.
4. Pelaporan & Data Management
Daily Geological Report (DGR): Membuat laporan harian mengenai progres geologi kepada manajer operasional dan klien.
Pembuatan Well Log: Menyusun diagram kolom yang menggambarkan kondisi batuan dari permukaan hingga dasar lubang.
Final Well Report: Menyusun laporan komprehensif setelah pemboran selesai sebagai arsip teknis perusahaan.
5. Tugas Utama di Lapangan (Fieldwork)
Penentuan Titik Acuan (Setting Out / Staking Out): Menentukan dan menandai titik-titik koordinat, elevasi, dan batas area kerja di lokasi proyek berdasarkan gambar teknik/desain.
Pengukuran Topografi (Topographic Survey): Mengukur bentuk dan kontur permukaan tanah awal sebelum pekerjaan konstruksi dimulai untuk menghitung volume tanah.
Pengukuran As-Built Survey: Mengukur dan memverifikasi hasil pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan di lapangan untuk memastikan posisinya sesuai dengan gambar rencana.
Pengoperasian Alat Ukur: Mengoperasikan peralatan survei presisi seperti Total Station, Waterpass (Auto Level), GPS/GNSS RTK, hingga Drone/UAV Mapping.
6. Pengolahan Data & Pelaporan (Office Work)
Pengolahan Data Lapangan: Mengolah data mentah (raw data) hasil pengukuran menggunakan perangkat lunak khusus (seperti AutoCAD, Civil 3D, atau GIS).
Perhitungan Volume (Cut and Fill): Menghitung volume galian dan timbunan tanah berdasarkan perbedaan kontur tanah awal (original ground) dengan tanah rencana.
Pembuatan Gambar Hasil Ukur: Menyusun peta topografi, potong memanjang (long section), dan potong melintang (cross section).
Penyusunan Laporan: Membuat laporan berkala hasil pengukuran dan menyerahkannya kepada Site Engineer atau Project Manager.
7. Pengawasan & Koordinasi Proyek
Monitoring Pergeseran/Deformasi: Memantau struktur bangunan, lereng, atau tanah secara berkala untuk mendeteksi adanya pergeseran atau penurunan elevasi.
Koordinasi dengan Tim Pelaksana: Membantu site engineer, pelaksana (supervisor), dan tim kualitasi (QC) agar pekerjaan pemancangan, struktur beton, atau jalan tidak melenceng dari batas tolok ukur.
Kalibrasi Alat Ukur: Memastikan seluruh peralatan survei yang digunakan selalu terkalibrasi secara rutin agar hasil pengukuran tetap akurat.